Panduan Perawatan Luka yang Aman dan Mudah Dipahami
LukaHeal membantu kamu memahami langkah awal yang aman berdasarkan tingkat risiko luka, jenis luka, tanda bahaya, kebutuhan untuk mengecek status vaksin tetanus, dan risiko rabies pada gigitan atau cakaran hewan.
Panduan setelah cek luka atau Skor Kondisi Luka
Gunakan halaman ini untuk memahami langkah lanjut yang aman: rawat di rumah, konsultasi, cek tetanus, cek rabies, atau segera ke IGD.
Panduan LukaHeal bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau terapi dari dokter/tenaga kesehatan. Jika luka tampak berat, memburuk, atau kamu ragu, segera cari pertolongan medis.
Panduan Berdasarkan Tingkat Risiko
Pilih bagian yang paling mirip dengan hasil LukaHeal atau Skor Kondisi Luka. Untuk luka risiko tinggi, gunakan panduan ini hanya sebagai pertolongan pertama sementara saat bersiap mencari bantuan medis.
Perlu Cek Vaksin Tetanus?
Beberapa jenis luka lebih berisiko menjadi pintu masuk bakteri tetanus, terutama luka yang dalam, kotor, tertusuk, terbakar, tergigit, atau terkena tanah, debu, kotoran, dan air liur.
Coba ingat status vaksin tetanus kamu
Tetanus bisa serius, tapi dapat dicegah
Tetanus dapat terjadi ketika bakteri masuk melalui luka, terutama luka yang dalam, kotor, tertusuk, tergigit, terbakar, atau sulit dibersihkan. Jika kamu tidak yakin status vaksin tetanusmu, jangan menunggu luka memburuk - periksa ke fasilitas kesehatan.
Panduan ini hanya membantu mengenali risiko tetanus secara umum. Keputusan pemberian vaksin tetanus, imunoglobulin tetanus, ATS, antibiotik, atau tindakan pembersihan luka harus dilakukan oleh tenaga kesehatan.
Gigitan Hewan: Perlu Cek Risiko Rabies?
Gigitan atau cakaran hewan tertentu dapat membawa risiko infeksi, tetanus, dan rabies. Risiko ini perlu dinilai cepat oleh tenaga kesehatan, terutama bila luka menembus kulit atau terkena air liur hewan.
Kondisi yang perlu dinilai untuk risiko rabies
Pertolongan pertama setelah gigitan/cakaran
Jika digigit atau dicakar hewan, segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit bila memungkinkan, lalu periksa ke Puskesmas, klinik, atau RS untuk penilaian risiko rabies, tetanus, dan infeksi.
Rabies hampir selalu fatal setelah muncul gejala, tetapi dapat dicegah bila ditangani cepat
Jangan menunggu luka memburuk. Jika luka berasal dari gigitan/cakaran hewan berisiko atau status vaksin hewan tidak jelas, segera cari bantuan medis untuk penilaian kebutuhan Vaksin Anti Rabies dan/atau perlindungan tambahan.
LukaHeal tidak menentukan apakah kamu pasti membutuhkan Vaksin Anti Rabies atau imunoglobulin rabies. Keputusan tersebut harus dilakukan oleh tenaga kesehatan berdasarkan jenis luka, jenis hewan, kondisi hewan, daerah kejadian, dan riwayat vaksinasi.
Cari Panduan Berdasarkan Kondisi Luka
Pilih jenis luka dan kondisi yang terlihat. Hasil ini membantu menampilkan panduan yang relevan, bukan diagnosis.
Panduan Spesifik Sesuai Jenis Luka
Buka kartu yang sesuai dengan kondisi luka. Setiap kartu berisi langkah awal, yang perlu dihindari, tanda bahaya, dan kapan harus diperiksa.
Hindari Ini Saat Merawat Luka
- Jangan mengoles kopi, pasta gigi, minyak, mentega, kecap, atau bahan rumahan.
- Jangan mencabut benda yang menancap.
- Jangan mengorek luka dalam.
- Jangan menutup luka kotor tanpa dibersihkan.
- Jangan menunda ke IGD bila perdarahan tidak berhenti, luka dalam, atau muncul tanda infeksi berat.
- Jangan menganggap tetanus hanya berasal dari paku berkarat. Tanah, debu, kotoran, dan air liur juga bisa menjadi sumber risiko.
- Jangan menunda pemeriksaan bila luka dalam, kotor, tusuk, gigitan, bakar, atau status vaksin tetanus tidak jelas.
- Jangan membeli atau menggunakan antibiotik, vaksin, ATS, imunoglobulin tetanus, Vaksin Anti Rabies, atau imunoglobulin rabies sendiri tanpa tenaga kesehatan.
- Jangan mencoba menangkap hewan agresif sendiri setelah gigitan/cakaran.
- Jangan menunggu gejala rabies muncul setelah gigitan hewan berisiko.
- Jangan mengandalkan AI untuk diagnosis akhir.
Kapan Luka Harus Diperiksa?
- Perdarahan tidak berhenti setelah tekanan langsung.
- Luka dalam, lebar, atau menganga.
- Terlihat lemak, otot, tendon, atau tulang.
- Ada benda asing menancap.
- Luka akibat gigitan hewan/manusia.
- Gigitan atau cakaran hewan yang menembus kulit, terutama dari anjing, kucing, kera/monyet, kelelawar, atau hewan liar.
- Air liur hewan mengenai luka terbuka, mata, mulut, atau membran mukosa.
- Hewan penggigit tampak sakit, agresif tidak biasa, mati mendadak, atau status vaksin rabiesnya tidak jelas.
- Luka tusuk dalam atau kotor.
- Luka bakar luas, kimia, listrik, atau area sensitif.
- Nanah, bau, kemerahan menyebar, bengkak berat, demam.
- Mati rasa, jari sulit digerakkan, kulit menghitam.
- Luka pada pasien diabetes, gangguan imun, lansia, bayi, atau ibu hamil.
- Luka operasi yang makin nyeri, merah, bernanah, atau terbuka.
- Luka kotor/dalam/tusuk/gigitan/bakar dengan status vaksin tetanus tidak jelas.
- Luka kotor/dalam/tusuk/gigitan/bakar jika booster tetanus terakhir sudah lebih dari 5 tahun.
- Luka kecil dan bersih jika booster tetanus terakhir sudah lebih dari 10 tahun atau status vaksin tidak jelas.
Panduan LukaHeal bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau terapi dari dokter/tenaga kesehatan. Jika luka tampak berat, memburuk, atau kamu ragu, segera cari pertolongan medis.